Kegiatan Joint Summer Camp Untuk Penanggulangan Bencana

24.08.2017 Humas

Untuk pertama kali, Unsyiah menyelenggarakan kegiatan Joint Summer Camp pada tahun 2017, yang mana program tersebut diorganisir oleh OIA (Office of International Affairs). Program ini, yang bertema Understanding Disaster Mitigation through Nature & Culture, bertujuan untuk mengadakan kelas-kelas bencana sekaligus turun ke lapangan.

Program yang dijadwalkan mulai dari 14 sampai 21 Agustus ini dibuka secara resmi oleh kepala OIA, Dr. Muzailin Affan, kemudia dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari Kepala Magister Program Bencana, Dr. Nazil Ismail, dan Kepala Kantor Internasional IPB, Dr. Eko Hari Purnomo.

Para peserta yang berasal dari Jepang, Thailand, Taiwan, filipine, Malaysia, dan Indonesia belajar banyak dan berdiskusi antar sesama mengenai persiapan risiko bencana, kususnya bencana gempa dan Tsunami. Kegiatan ini membuat para peserta mempresentasikan isu-isu geografis dan pencegahan bencana berdasarkan negara asal masing-masing.

Selanjutnya, para peserta juga memiliki kesempatan mengunjungi BMKG, untuk melihat bagaimana para pegawai menganalisis hasil gempa, mengungjungi daerah pinggir pantai, dimana para peserta mendapatkan ilmu tentang hutan mangrove dan kesempatan menanam pohon mangrove, gedung TDMRC, dll. Kunjungan-kunjungan tersebut berhasil membuat para peserta tertarik dan antusias.

Selain itu mahasiswa-mahasiswa tersebut juga berkesempatan mengunjungi tempat "bencana" lain, yakni BASARNAS dan dua sekolah yang dikenal sebagai sekolah anti bencana; SMAN 1 Peukan Bada dan SMA 1 BNA.

Kusus pada tanggal 17 Agustus, para partisipan tidak kalah juga untuk ikut merayakan kegiatan 17-annya bersama para panitia program. Mereka saling berkompetensi satu sama lain dalam perlombaan-perlombaan tradisional indonesia seperti makan kerupuk, lomba balap karung, lompat tali, bawa kelereng, tarik tambang, dan sebagainya.

"Saya lihat program ini sukses membuat para peserta semua menikmati dan senang disini. Saya harap untuk kedepan, mahasiswa semua bisa langsung balik secepatnya ke Aceh, kususnya Unsyiah", diucapakan oleh kepala OIA pada acara penutupan kegiatan tanggal 21 Agustus 2017 di Museum Tsunami Aceh. Pada hari tersebut para partisipan diwajibkan untuk mempresentasikan penampilan budaya masing-masing dan memakai baju tradisional. 

 

Jadwal Summer