BTN Latih Ratusan Mahasiswa Unsyiah Bisnis Properti

12.09.2017 Humas

Bank Tabungan Negara (BTN) melatih ratusan mahasiswa Unsyiah untuk berbisnis properti, melalui kegiatan bertema Pelatihan Literasi Properti 10.000 Young Entrepreneur in Property di ruang Flamboyan AAC Dayan Dawodd. (Senin, 11/9)

Wakil Rektor III Unsyiah, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC mengatakan, kewirausahaan adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh semua orang. Meskipun pada pilihannya nanti kita tidak memilih untuk berwirausaha.

“Entrepreneur itu bisa juga kita maknai dengan ketahanan atau daya tahan, dalam menghadapi semua problem kehidupan ini,” ujar Alfian.

Oleh sebab itu, menurut Alfiansyah, selama ini Unsyiah slelau memberikan perhatian serta dukungan kepada mahasiswanya terkait dunia kewirausahaan. Termasuk  kegiatan positif yang digagas oleh BTN ini.

“Saat ini di Unsyiah juga ada mata kuliah enterepreneur, dan Alhamdulillah pada priode Rektor sekarang sudah berdiri UPT Kewirausahaan sebuah SOTK yang resmi di struktur kementerian,” ungkap Alfiansyah.

Sementara itu Branch Manager BTN KCP Banda Aceh, Andy Ruchmono mengungkapkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiwa Unsyiah terkait bisnis properti. Sebab menurut Andy, bisnis properti adalah bisnis yang sangat bernilai dibandingkan bisnis lainnya.

“Bisa saya katakan, bisnis properti ini tidak ada matinya, bahkan bisnis yang memiliki potensi berkembang yang sangat baik dibandingkan dengan bisnis lainnya,” kata Andy.

Bahkan menurut Andy, permodalan bukanlah sebuah hambatan jika para mahasiswa serius ingin terjun ke  berbisnis properti.

“Permodalan itu hanya itikad kita, keinginan kita untuk bisa berkembang, sisanya adalah integritas serta komitmen,” ujarnya.

Maka Andy berharap pelatihan literasi properti ini bisa menambah pengetahuan para mahasiswa Unsyiah, sekaligus memberikan motivasi kepada mereka untuk berani berwirausaha.

Dalam pelatihan ini turut hadir perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Kepala UPT Kerwirasuhaan Unsyiah Dr. drh. M. Hanafiah, M.P., serta pengusaha muda Aceh Sayed Muhammad Iqbal.