Dubes Jepang Jamu Unsyiah

28.08.2017 Humas

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi ISHII menjamu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Masafumi yang datang bersama istri serta Sekretaris Kedutaan Masamu Yamamori disambut oleh Wakil Rektor I Unsyiah Dr Hizir di Ruang Mini  Rektor Unsyiah, Senin (28/8).

Dr Hizir mengatakan, selama ini Unsyiah banyak menjalin kerja sama dengan beberapa Universitas di Jepang, baik dalam bidang kerja sama penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa ataupun dosen, hingga bantuan beasiswa.

“Ratusan Phd (lulusan S3) Unsyiah juga banyak yang berasal dari Jepang, bahkan Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng juga salah satu lulusan dari Jepang,” ungkap Hizir.

Pada kesempatan itu, Hizir juga mengucapkan terima kasih atas banyaknya bantuan dari Jepang, baik sebelum maupun sesudah tsunami di Aceh.

Sementara itu Masafumi mengutarakan, kerja sama Pemerintah Jepang di Aceh sebenarnya difokuskan dalam bidang mitigasi bencana. Pada saat gempa dan tsunami terjadi di Aceh pada 2004 silam, masyarakat Jepang turut membantu meringankan beban masyarakat Aceh.

“Lalu, kami juga berterima kasih karena saat gempa besar terjadi di Jepang pada 2016 lalu, masyarakat Indonesia termasuk Aceh, sangat peduli kepada masyarakat Jepang,” ungkapnya.

Masafumi pun mengakui bahwa hasil riset dari para peneliti Indonesia turut membantu pemerintah Jepang dalam menghadapi bencana, khususnya bencana gunung merapi. Beberapa waktu lalu saat Jepang dilanda bencana gunung merapi, beberapa peneliti Jepang datang ke Indonesia untuk mempelajari penanganan musibah tersebut.

“Untuk penelitian gunung merapi, sebenarnya Indonesia lebih maju daripada Jepang dan peneliti Jepang juga pernah datang ke Indonesia untuk meneliti tentang aliran lahar,” ujarnya.

Aceh adalah kota kedua yang dikunjungi setelah dirinya menjabat sebagai Duta Besar Jepang sejak awal April 2017. Kunjungan ini bertujuan agar dirinya bisa lebih mengenal Indonesia. Di Unsyiah Masfumi pun mengungkapkan rasa kagumnya terhadap alam Aceh yang menurutnya tak jauh berbeda dengan Jepang.

“Pemandangan di Aceh hampir sama dengan di Jepang yang diapit oleh laut dan gunung. Jadi saya jatuh cinta kepada Aceh, jika ada kesempatan lagi saya akan datang kembali,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Rektor II Unsyiah Prof Dr Husni SH Mhum, Kepala Pusat Pengembangan Sistem Manajemen Mutu  Unsyiah  Dr Ir M Aman Yaman MagricSc,  Direktur 7 in 1 Unsyiah Dr Tarmizi MSc, dan Sekretaris Program Magister Ilmu Kebencanaan Unsyiah Dr Nizamuddin MInfoSc.

 

 

Penulis: Ibnu Syahri Ramadhan

Editor: Reza Fahlevi