Kolaborasi Peneliti FKIP dan FMIPA Unsyiah Menangkan USAID-PEER Grant 3M

09.03.2018 admin

Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER) adalah program hibah pemerintah Amerika Serikat untuk mendanai riset peneliti dari negara berkembang yang berkolaborasi dengan peneliti dari Amerika Serikat yang juga mendapat dana hibah penelitian dari pemerintah Amerika Serikat. PEER merupakan program United States Agency for International Development (USAID) untuk meningkatkan program pembangunan di negara-negara yang telah menerima bantuan USAID sebelumnya. Diadministrasi oleh National Academy of Science (NAS), PEER merupakan program hibah yang sangat kompetitif yang setiap tahunnya mengundang para peneliti dari negara berkembang yang bekerja sama dengan peneliti yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk mengajukan proposal penelitian atau kegiatan peningkatan kapasitas.

Peneliti Unsyiah Dr. Syamsidik dari Pusat Unggulan Institusi (PUI) Tsunami and Disaster Mitigation Research Centre (TDMRC) sudah pernah terpilih untuk mendapatkan USAID-PEER Grant ini selama dua siklus berturut-turut. TDMRC mensosialisasikan program hibah ini kepada semua peneliti di lingkungan Unsyiah dengan mengadakan workshop penulisan pre-proposal PEER. Dari workshop ini, beberapa peneliti di Unsyiah berhasil mengajukan pre-proposal PEER dan beberapa di antaranya lolos sampai pada tahap selesai full proposal.

Pada tahun 2017, pre-proposal yang berjudul Integrating ISLE in Integrated Science Instruction to Improve Science Teachers abilities in STEM Education lolos pada tahap seleksi pre-proposal. Dalam pre-proposal tersebut ketua peneliti Dr. Irwandi dari beserta Dr. Suhrawardi Ilyas dari FMIPA Unsyiah serta Ibu Melvina M.Ed. dan Dr. A. Halim beserta tim dari FKIP Unsyiah menjelaskan dengan singkat mengenai tujuan dan rencana penelitian. Mengusung semangat kolaborasi antar-peneliti yang merupakan semangat yang mendasari USAID PEER, tim dari Unsyiah mewujudkannya dengan mensinergikan kolaborasi antar-dua Fakultas yang mempunyai kontribusi pada pendidikan STEM di Indonesia yaitu FKIP dan FMIPA.

Menurut Ibu Melvina, M.Ed., pencetus ide kolaborasi ini, banyak hal besar yang terjadi jika sinergi dua fakultas ini dikolaborasikan. Ternyata hal ini terbukti pada siklus ke-6 dari hibah PEER ini. Dari 454 pre-proposal yang masuk dari seluruh negara berkembang yang didanai USAID, hanya 100 pre-proposal yang diberikan kesempatan untuk mengajukan full-proposal, di antaranya adalah pre-proposal "Integrating ISLE in Integrated Science Instructions to Improve Science Teachers Abilities in STEM Education." Dengan tambahan dua peneliti dari FMIPA yaitu Dr. Rajibussalim dan Dr. Rini Oktavia, dan partner peneliti penerima grant pemerintah Amerika Serikat adalah Prof. Dr. Eugenia Etkina dari Rutgers State University of New Jersey, full proposal tersebut berhasil terpilih bersama 27 full-proposal lainnya untuk didanai oleh USAID. Keberhasilan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh dari Rektor dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsyiah, dukungan kelengkapan administrasi dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unsyiah Prof. Dr. Ir. Hasanuddin, M.S. serta surat dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh pada proses penyusunan full proposal hingga pelaksanaan kegiatan ini.  

Program penelitian yang didanai oleh hibah PEER siklus ke-enam ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sains/IPA untuk mengajarkan materi pelajaran STEM (Science Techology, Engineering, and Mathematics) dengan menggunakan pendekatan ISLE (Investigative Science Learning Environment). Program ini akan didanai selama tiga tahun dengan total anggaran yang disetujui adalah sebanyak USD 231,401. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi survey, Forum Group Discussion (FGD), pengembangan modul pembelajaran, workshop untuk guru bidang STEM di SMP dan SMA serta siswa SMP dan SMA, pengembangan websites dan program advokasi melalui media sosial, seminar nasional, konferensi international, expo, pengembangan pusat riset STEM, dan kegiatan peningkatan kapasitas asisten laboratorium untuk mata kuliah Fisika Dasar di Unsyiah dengan menggunakan peralatan dari National Instrument (NI). Semua kegiatan tersebut akan mengikutsertakan guru-guru dan siswa di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar pada tahun pertama, dan meluas ke beberapa kabupaten di Provinsi Aceh pada tahun ke dua, dan mengikutsertakan guru dan siswa di Batam dan Bandung pada tahun ke-tiga. Untuk itu tim peneliti bekerjasama dengan peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Ida Kaniawati.

Kegiatan FGD yang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2018 yang akan dihadiri oleh para peneliti dan guru SMP dan SMA yang mengajarkan bidang studi yang berkaitan dengan bidang STEM. Dari kegiatan ini diharapkan masukan dari para praktisi dan peneliti mengenai permasalahan pada implementasi kurikulum 2013 (K-13) dan materi STEM pada K-13.‚Äč