Mahasiswa FH Unsyiah Juara 1 Debat Konstitusi

23.11.2017 Humas

Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala berhasil meraih juara 1 dalam debat konstitusi tingkat provinsi Aceh, yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia pada 21 November 2017 di Hotel The Pade, Lampeneruet. (Kamis, 23/11).

Ketiga mahasiswa itu adalah Muhajir, Cut Aja Mawaddah dan Rini Maisari. Ketiganya tampil mewakili jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unsyiah.  Atas keberhasilan ini ketiga mahasiswa tersebut pun berhak mewakili Aceh, pada kompetisi yang sama tingkat nasional di gedung MPR RI 2018 mendatang.

Cut Aja Mawaddah, yang mewakili Tim ini mengatakan, bahwa mereka merasa sangat bersyukur karena telah berhasil membawa nama baik Unsyiah di tingkat Aceh. Sebab menurutnya, memenangkan kompetisi ini merupakan salah satu impian mahasiswa Fakultas Hukum.

Alhamdulillah kami senang dan bangga bisa berhasil membawa nama unsyiah untuk mewakili Aceh, karena ini adalah ajang yg cukup bergengsi di kalangan mahasiswa Fakultas Hukum se Indonesia” ujar Cut.

Cut juga  mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak atas keberhasilan ini. Khususnya dosen pembimbing mereka Zuhri, S.H., M.,  yang juga ketua bagian Hukum Tata Negara serta  Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unsyiah Dr. Gaussyah.

“Termasuk juga  seluruh dosen Fakultas Hukum yang bersedia mengarahkan kami dalam berdiskusi, dan menambah wawasan terkait mosi debat yang semuanya terkait dengan hukum dan konstitusi,” ungkap Cut.

Selanjutnya, Cut pun berharap dukungan kembali dari civitas akademika Unsyiah dan semua pihak untuk penampilan mereka di tingkat nasional nanti. Mereka pun bertekad untuk memberikan penampilan terbaiknya dan tidak rendah diri di hadapan peserta dari seluruh Indonesia nanti.

“Mohon doa dan dukunganya, semoga kami bisa maksimal. Optimis utk Unsyiah,” ujarnya.

Sebelumnya MPR RI telah menggelar kompetisi ini di seluruh Indonesia, yang tujuannya untuk menjaring putra-putri terbaik tanah air dalam memahami konstitusi negara.