Mahasiswa Unsyiah Desain Monopoli Bencana untuk Disabilitas

11.07.2018 Humas

Empat mahasiswa Unsyiah yang berasal dari tiga fakultas berbeda berhasil merancang permainan monopoli bencana. Menariknya, permainan ini dikhususnya bagi penyandang disabilitas netra. Keempat mahasiswa tersebut adalah Dessy Maharani (Fakultas Teknik), Devi Arhami Putri (FKIP), Sry Audian Ansary (Fakultas Kedokteran), dan Kiki Setiawan (Fakultas Teknik). Mereka tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang dibimbing oleh Dr. Ir. Mochammad Afifuddin, M.Eng.

Dessy, Ketua Tim, mengatakan permainan monopoli bencana atau yang disebut monca ini dirancang khusus sebagai media pembelajaran dalam upaya penanggulangan risiko bencana. Terlebih lagi, Aceh merupakan salah satu daerah rentan tertimpa bencana di Indonesia.

“Permainan monopoli ini dilengkapi dengan huruf braille untuk memudahkan penyandang disabilitas netra,” ujarnya kepada Humas Unsyiah, Kamis (12/7).

Ia menjelaskan, monca dicetak di karton tebal berukuran 70 x 70 cm dan dilengkapi dengan rel besi sebagai pembatas antar tiap kolom permainan. Setiap kolom dilapisi dengan tulisan braille berbahan mika. Permainan mitigasi bencana ini dapat dimainkan oleh dua sampai empat orang dalam setiap rondenya. Monca dilengkapi dengan dua belas jenis bencana yang umum terjadi di Indonesia, yaitu gempa bumi, tsunami, banjir, gunung meletus, kebakaran, petir, tanah longsor, gelombang pasang, kebocoran gas, angin puting beliung, bangunan runtuh dan kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, permainan ini juga dilengkapi dengan sembilan lokasi evakuasi, tiga fasilitas umum, dua fasilitas air bersih, serta kolom kesempatan dan dana umum. Sebagaimana permainan monopoli, pemain monca difasilitasi dengan kartu kesempatan, kartu dana umum serta uang monopoli. Keseluruhan fasilitas ini dilapisi dengan tulisan braille berbahan mika.

“Dalam permainan Monca, setiap bencana dilengkapi dengan perintah untuk membeli benda-benda tertentu, atau melakukan evakuasi menuju lokasi tertentu,” ujarnya.

Monca telah disosialisasikan kepada 39 penyandang disabilitas netra di UPTD Rumoh Sejahtera Beujroh Meukarya (RSBM), Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar pada akhir Mei 2018. Kegiatan yang dilangsungkan selama seminggu tersebut mengajarkan penggunaan monca kepada penyandang disabilitas netra. Dessy berharap monca dapat menjadi sarana pembelajaran mitigasi bencana yang interaktif, efektif, dan menyenangkan.

“Kita berharap penyandang disabilitas netra memperoleh ruang untuk berkembang menjadi kelompok masyarakat yang cerdas dan tangguh bencana,” pungkasnya. (fer)