Mahasiswa Unsyiah Wajib Miliki SKPI

17.03.2017 Humas

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kini wajib memiliki sertifikat non-akademik berupa Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Hal tersebut diutarakan Wakil Rektor III Unsyiah, Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC di Kantor Pusat Administrasi (KPA) Unsyiah, Rabu (15/3).

WR III Unsyiah mengatakan, ketentuan ini mulai berlaku sejak 16 Maret 2017. Kemudian calon wisudawan periode Februari – April 2017juga wajib memiliki SKPI sebagai syarat kelulusan. Aturan ini bertujuan agar para mahasiswa Unsyiah tidak hanya datang ke kampus untuk belajar, melainkan juga harus berperan aktif dalam kegiatan sosial ataupun organisasi.  

“Kita tidak ingin mahasiswa Unsyiah itu menjadi mahasiswa kupu-kupu, yaitu kuliah pulang-kuliah pulang,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, SKPI ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa terutama saat mereka mencari kerja setelah tamat kuliah nanti. Pasalnya, sekarang ini nilai non-akademik telah menjadi salah satu indikator penting bagi instansi atau perusahaan dalam menjaring tenaga kerja.

“Jadi SKPI ini bukan hanya sekadar syarat untuk wisuda, tapi juga bermanfaat bagi mahasasiswa untuk mencari kerja,” ujar Alfiansyah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Mahasiswa Unsyiah Drs Yatasrif MPd menyebutkan, ada beberapa kriteria yang dimuat dalam SKPI ini, di antaranya aktif pada kegiatan organisasi dan kepemimpinan, penalaran dan keilmuan, minat dan bakat, kepedulian sosial serta kegiatan non-akademik lainnya. Setiap kegiatan non-akademik mahasiswa memiliki nilai tersendiri, tergantung ruang lingkup kegiatannya seperti kegiatan tingkat fakultas, universitas atau nasional.

“Bobot nilai juga tergantung posisi mahasiswa dalam setiap kegiatan seperti ketua panitia, sekretaris, bendahara atau anggota,” ucapnya.

 

 

 

Penulis: Ibnu Syahri Ramadhan

Editor: Reza Fahlevi