Rektor Unsyiah Apresiasi Pembangunan Jembatan Lamnyong

16.02.2017 Humas

Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengapresiasi pembangunan jembatan Lamnyong, Banda Aceh pada peresmian jembatan tersebut, Senin (13/1).

“Sejak sebulan lalu banyak ekspresi kegembiraan yang diungkapkan masyarakat yang mulai menikmati manfaat dari jembatan ini,” ujar Rektor Unsyiah.

Menurutnya, meskipun baru diresmikan hari ini, namun jembatan Lamnyong ini telah mulai digunakan sejak sekitar sebulan lalu. Oleh karena itu, keluarga besar Unsyiah ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Aceh serta DPRA, yang telah memfasilitasi pembangunan jembatan Lamnyong ini.

“Sebelum jembatan ini diperlebar dan diperbaiki, lokasi ini adalah salah satu titik kemacetan masif hampir setiap pagi, siang, dan sore hari,” katanya.

Prof Samsul mengungkapkan, pada momen-momen tertentu, seperti masa Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Unsyiah harus mempertimbangkan kemacetan terjadi di jembatan ini.

“Setelah jembatan ini selesai dan mulai digunakan, Alhamdulillah, kami tidak melihat lagi antrian panjang kenderaan di titik jembatan ini,” jelasnya.

Disebutkan, selain jembatan Lamnyong, salah satu fasilitas umum yang kini membutuhkan perhatian Pemerintah Aceh dan DPRA adalah Mesjid Jamik Kampus Unsyiah. Salah satu mesjid besar di Banda Aceh ini tak hanya dipenuhi oleh jamaah Jumat dan hari-hari besar Islam saja, tetapi juga dipenuhi oleh jamaah setiap hari saat shalat wajib.

“Jadi, kami berharap ada perhatian khusus Bapak Gubernur dan DPRA terhadap penyempurnaan fasilitas Mesjid Jamik Darussalam tersebut,” pungkas Rektor Unsyiah.

Sementara itu, Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menyambut baik masukan tersebut. Pihaknya berserta seluruh jajaran Pemerintah Aceh baik eksekutif maupun legislatif siap menyanggupinya.

“Masukan  Rektor Unsyiah ini menjadi aspirasi bagi kami Pemerintah Aceh yang wajib kami laksanakan,” paparnya.

Di sisi lain, Zaini berharap Unsyiah dan UIN Ar-Raniry dapat menjadi pelopor dalam ilmu pengetahuan. Pemerintah Aceh mengharapkan kontribusi dari intelektual sebagai pengembang inovasi untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

 

Penulis : Muarrief Rahmat

Editor  : Reza Fahlevi