Unsyiah dan Universitas Timor Leste Perkuat Riset Kebencanaan

30.08.2017 Humas

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bersama Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) sepakat untuk bekerja sama dalam penguatan riset kebencanaan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara kedua universitas di Dili, Timor Leste, Senin (28/8).

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste Drs Sahat Sitorus. Kerja sama ini diawali dengan pelatihan pemodelan dan visualisasi perambatan gelombang tsunami pada 28-29 Agustus di kampus Liceu UNTL. Pelatihan yang diselenggarakan oleh UPT Mitigasi Bencana Unsyiah ini diikuti oleh 25 peneliti muda dari UNTL dan instansi terkait di Timor Leste.

Sahat berpesan agar MoU kerja sama ini segera diisi dengan berbagai program dan kegiatan yang saling menguntungkan.

“Jangan sampai dokumen yang telah ditandatangani hanya menjadi dokumen mati. Selain itu, kedua pihak harus proaktif merealisasikan apa yang telah disepakati,” tegasnya.

Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengatakan, kondisi alam Aceh dan Timor Leste memiliki banyak kemiripan. Selain dikelilingi laut dan kaya akan minyak bumi, kedua wilayah sama-sama rawan bencana dan mengandung potensi ancaman yang relatif serupa, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan lain-lain.

“Atas pertimbangan itu, Unsyiah mengajak UNTL yang merupakan satu-satunya universitas negeri di Timor Leste untuk berkolaborasi memperkuat kapasitas pengetahuan di bidang kebencanaan,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi harus berada di garda terdepan untuk memastikan keberlanjutan berbagai upaya dalam peningkatan sumber daya manusia dan alam (SDM dan SDA).

“Demi kemaslahatan masyarakat kita, kekayaan alam dan kerawanan bencana harus dapat dikelola dengan baik. Untuk itu, dibutuhkan SDM yang kompeten dan kebijakan yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek),” tegas Prof Samsul.

Ia menambahkan, banyak manfaat yang didapat apabila kita bisa saling bantu dan saling belajar. Selain itu, kebersamaan juga dapat memperdalam dan memperkaya perspektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Pada kesempatan lain, Rektor UNTL Prof Doutor Francisco Miguel Martins MMum sangat mengapresiasi inisiatif Unsyiah untuk bekerja sama dengan UNTL.

“Kami sangat beruntung karena dapat belajar langsung dari akumulasi pengalaman dan pengetahuan Unsyiah pasca tsunami 2004 di Aceh. Pembelajaran tersebut sangat membantu kami dalam  menyelesaikan persoalan-persoalan kebencanaan di  Timor Leste,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Pelatihan Kebencanaan Dr Syamsidik ST MSc menyampaikan, pelatihan tersebut juga bagian dari kegiatan diseminasi hasil riset Partnership Enhanced Engagement in Research (PEER) siklus 3 yang didanai oleh USAID dan National Academy of Science (NAS) Amerika Serikat.

“Jadi kita perlu berbagi pengalaman dan pengetahuan mitigasi tsunami berbasis iptek, karena riset-riset dan kajian tentang tsunami di Timor Leste masih minim, termasuk SDM-nya,” ungkap dosen Unsyiah itu.

Unsyiah berharap nantinya UNTL dapat berkontribusi dalam mewarnai kebijakan mitigasi tsunami berbasis sains di Timor Leste. Guna menindaklanjuti kesepakatan kerja sama, para peneliti Unsyiah dan UNTL dalam waktu dekat direncanakan akan melakukan riset dan survei seismik bersama, serta pelatihan analisis data gempa bumi.

Di samping penguatan riset kebencanaan dan perubahan iklim, kerja sama antara Unsyiah dan UNTL juga melingkupi pertukaran staf dan mahasiswa, berbagi sumber pembelajaran dan publikasi ilmiah, kolaborasi riset, penyelenggaraan seminar, transfer kredit, dan lain-lain.

 

 

Editor: Reza Fahlevi