Unsyiah Usulkan Penambahan Beasiswa Bidikmisi ke Komisi X DPR RI

02.11.2018 Humas

Universitas Syiah Kuala mengusulkan penambahan kuota beasiswa bidikmisi kepada komisi X DPR RI. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor IV Unsyiah Dr. Hizir saat kunjungan kerja rombongan Komisi X DPR RI di Pendopo Gubernur Aceh pada Kamis malam. (2/11).

Hizir mengatakan, saat ini beasiswa bidikmisi sangat membantu para mahasiswa dengan berlatar belakang ekonomi lemah. Kehadiran beasiswa ini cukup efektif menolong para mahasiswa untuk meraih cita-citanya namun terkendala persoalan ekonomi.

Hizir mengungkapkan, bahwa  data beasiswa yang diterima oleh Unsyiah didominasi dari beasiswa bidikmisi yaitu 4375 orang. Selebihnya beasiswa PPA sebanyak 1168 orang, Afirmasi Pendidikan (ADIK) sebanyak 33 orang, Bank Indonesia sebanyak 40 orang, Osaka Gas sebanyak 30 orang, beasiswa Tugas Akhir sebanyak 26 orang dan beasiswa  Yayasan Toyota dan Asra sebanyak 303 orang.

Untuk itulah, Hizir berharap adanya penambahan kuota bidikmisi agar semakin banyak mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Kami inginkan ada porsi yang lebih besar beasiswa bidikmisi untuk yang ada di Aceh, agar kesempatan belajar di perguruan tinggi ini bisa dirasakan juga oleh anak-anak Aceh yang berasal dari keluarga miskin,” ujar Hizir.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Kopertis XIII Aceh  Prof. Faisal A Rani, M.Hum yang mengatakan, bahwa Aceh memiliki 116 Pegururan Tinggi Swasta dengan jumlah penerima beasiswa bidikmisi sebanyak 379 orang. Jumlah itu dinilai masih sangat kecil.  Selain itu, Faisal menilai selama ini beasiswa bidikmisi bukan hanya menolong para mahasiswa tapi turut membantu Peguruan Tinggi Swasta (PTS) yang kecil.

“Angka 379 itu bagi ke sekian PTS yang ada,  maka setiap PTS hanya mendapat beberapa orang saja. Dan beasiswa bidikmisi itu juga sangat membantu PTS. Karena kita paham, PTS-PTS kecil sulit sekali untuk membiayai dirinya sendiri,” ujarnya.

Pada pertemuan ini Unsyiah juga mengusulkan penambahan beasiswa untuk anak-anak Papua. Menurut Hizir, hal ini adalah aspirasi yang disampaikan langsung oleh Majelis Adat Papua saat kunjungan ke Unsyiah beberapa waktu lalu. Di mana mereka menilai, bahwa Unsyiah adalah kampus yang tepat untuk anak-anak Papua dalam meraih cita-citanya.

“Mereka sangat mengapresiasi kita. Karena anak-anak Papua ini  lebih bertahan dan bisa cepat lulus jika kuliah di Unsyiah,” ungkap Hizir.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR. Abdul Fikri Faqih, MM mengatakan, kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah dan pejabat lainnya di Provinsi Aceh. Di mana hasil pertemuan ini menjadi  masukan atau  rujukan dalam menyusun kebijakan.