Menangi Kompetisi Esai, Mahasiswa USK Diundang ke Maskas PBB

05.12.2022 Humas

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK), Rani Salsabila Efendi berhasil memenangi kompetisi menulis esai yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kompetisi ini dalam rangka 77 tahun eksistensi PBB di dunia internasional dan Indonesia.

Selanjutnya, mahasiswa Fakultas Kedokteran USK ini diundang langsung untuk melihat keseharian dan tugas-tugas dari PBB di Markas PBB Indonesia. (Jakarta, 29 November 2022).

Selama dalam kunjungan tersebut Rani melakukan kegiatan diskusi dan pertemuan dengan director dari United Nation Information Center. Setelahnya ia mengikuti sesi diskusi private.

“Saya mendapatkan sesi diskusi bersama United Nation Development Program (UNDP) yang menangani tsunami Aceh pada tahun 2004 yang lalu,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia berdiskusi banyak hal yang berkaitan dengan resiliensi Aceh dan bagaimana pembangunan Aceh saat tsunami dan pascatsunami. Ia juga menyarankan beberapa hal dan advokasi berkaitan dengan disaster management yang sangat penting. Selain itu di di markas PBB ini ada piagam dan banner TDMRC USK.

Setelahnya seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini diajak bersama untuk lebih dekat bersama dengan United Nations, dengan makan siang bersama. Setelah makan siang mereka mengunjungi United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Lalu  mereka diskusi bersama berkaitan dengan apa yang terjadi di dunia ini berkaitan dengan pengungsi dan dirinya juga menyampaikan aspirasi terkait dengan bagaimana respons yang dilakukan oleh UN terhadap Aceh.

“Apalagi Aceh kerap kali menjadi alur persinggahan secara geografis seperti yang baru kita tahu adanya rohingya di Aceh,” ujarnya.

Setelahnya mereka ke UNAIDS, di sana mereka mempelajari bagaimana HIV dan AIDS dan dampaknya yang ternyata di Indonesia angkanya sangat tinggi.

Setelahnya mereka diskusi lagi secara lebih private bersama dengan Mrs. Valerie Juliand selaku kepala perwakilan PBB di Indonesia. Dalam kesempatan itu ia berdiskusi dengannya.

Rani mengungkapkan, dirinya merasa tersentuh karena bagaimana cara berpikirnya, bagaimana cara mengambil keputusan, dan bagaimana cara melihat dunia itu adalah hal yang sangat menarik menurutnya.  

“Bagaimana empati itu memiliki peranan penting. Saya banyak belajar bahwa di dunia ini hal yang bisa kita lakukan tidak harus selamanya yang benar-benar besar, tapi jika dengan ketulusan itu akan bisa menghasilkan hal yang lebih besar lagi,” ucapnya.